Mengapa Saya Memilih Jalan sebagai Full Stack Developer

Mengapa Saya Memilih Jalan sebagai Full Stack Developer

Oleh 4 menit baca

Menjadi developer bagi saya ternyata tidak pernah benar-benar hanya tentang menulis kode, ketika pertama kali mengenal dunia programming, saya melihatnya sebagai cara untuk membuat sesuatu. Ada sebuah ide, kemudian diterjemahkan menjadi kode hingga akhirnya menjadi website atau aplikasi yang bisa digunakan.

Namun, semakin banyak project yang saya kerjakan, semakin saya menyadari bahwa prosesnya jauh lebih menarik dari itu.

Saya mulai bertanya: masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan? Siapa yang akan menggunakan produk ini? Bagaimana sistemnya bekerja? Dan apakah solusi yang saya buat benar-benar memberikan manfaat?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut perlahan mengubah cara saya melihat dunia software development.

Dari Membuat Sesuatu Menjadi Memahami Sesuatu

Saya, Ferdy Salsabilla, memilih untuk terus berjalan di dunia software development karena saya menikmati proses mengubah sebuah ide menjadi sesuatu yang nyata. Bagi saya, menarik sekali melihat bagaimana sebuah masalah yang awalnya terlihat sederhana dapat berkembang menjadi sebuah sistem yang membutuhkan banyak pertimbangan.

Sebuah website bukan hanya tentang tampilannya di baliknya ada struktur data, business logic, API, database, autentikasi, performa, keamanan, hingga bagaimana pengguna berinteraksi dengan setiap bagian di dalamnya.

Semakin saya mempelajari hal-hal tersebut, semakin saya merasa bahwa saya tidak hanya ingin membuat sesuatu yang berfungsi.

Saya ingin memahami bagaimana sesuatu tersebut dibangun, digunakan, dan dikembangkan.

Kenapa Full Stack Developer?

Dari sinilah saya merasa bahwa Full Stack Developer adalah jalan yang sesuai dengan cara saya belajar dan bekerja, saya menikmati sisi frontend karena di sanalah sebuah produk berinteraksi langsung dengan pengguna. Tampilan, navigasi, pengalaman pengguna, dan bagaimana sebuah fitur terasa ketika digunakan menjadi bagian yang menarik untuk saya pikirkan.

Di sisi lain, saya juga menikmati backend dan bagaimana sebuah sistem bekerja di balik layar. Bagaimana data diproses, bagaimana API berkomunikasi, bagaimana autentikasi bekerja, dan bagaimana setiap bagian sistem saling terhubung, Full Stack bagi saya bukan berarti harus menguasai semuanya. Lebih dari itu, saya melihat Full Stack sebagai kemampuan untuk memahami sebuah produk secara menyeluruh.

Saya ingin mengetahui apa yang terjadi di depan, apa yang terjadi di belakang, dan bagaimana keduanya dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Setiap Project Mengajarkan Sesuatu

Pengalaman mengerjakan berbagai project juga membuat cara berpikir saya terus berkembang, saya pernah mengerjakan berbagai jenis aplikasi, mulai dari sistem CRM, inventory management, platform assessment dan certification, hingga aplikasi yang memanfaatkan AI.

Setiap project membawa masalah yang berbeda, dan dari situlah saya belajar bahwa teknologi hanyalah salah satu bagian dari proses.

Framework dapat berubah. Tools dapat berganti. Arsitektur dapat berkembang. Tetapi kemampuan untuk memahami masalah dan menentukan solusi tetap menjadi sesuatu yang penting.

Karena itu, saya berusaha untuk tidak hanya bertanya:

"Bagaimana cara membuat fitur ini?"

Tetapi juga:

"Mengapa fitur ini perlu dibuat, dan bagaimana cara membuatnya benar-benar berguna?"

Bagi saya, pertanyaan kedua jauh lebih penting.

Fertechtive Adalah Bagian dari Perjalanan Saya

Saya membangun Fertechtive bukan hanya sebagai tempat untuk menampilkan project, tetapi juga sebagai ruang untuk mendokumentasikan karya, eksperimen, dan perkembangan saya sebagai developer.

Saya ingin portfolio ini menunjukkan lebih dari sekadar daftar teknologi yang saya gunakan, saya ingin orang yang mengunjunginya dapat melihat apa yang saya bangun, bagaimana saya berpikir, dan bagaimana saya terus berkembang.

Karena itu, Fertechtive bagi saya bukan sebuah hasil akhir, ini adalah bagian dari perjalanan, dan perjalanan tersebut masih terus berlangsung.

Saya Masih Terus Belajar

Saya tidak menganggap perjalanan sebagai Full Stack Developer sudah selesai. Justru semakin banyak yang saya pelajari, semakin saya sadar bahwa masih banyak hal yang belum saya ketahui. Ada teknologi baru untuk dipelajari, pendekatan yang perlu dicoba, project yang ingin dibangun, dan tentu saja berbagai masalah baru yang menunggu untuk diselesaikan.

Saya juga percaya bahwa tidak semua project harus berakhir sempurna, terkadang kita belajar justru dari keputusan yang kurang tepat, fitur yang harus diperbaiki, atau pendekatan yang ternyata tidak bekerja seperti yang diharapkan. Bagi saya, semua itu tetap menjadi bagian dari proses.

Karena pada akhirnya, menjadi developer bukan tentang mengetahui semuanya. Menjadi developer adalah tentang terus belajar, memahami masalah, membangun solusi, dan menjadi lebih baik dari project sebelumnya.

Baca Juga : Tech Stack yang digunakan Ferdy apa saja

Baca Juga : Seluruh Hasil Kerja Ferdy Salsabilla